Zaman sekarang, dakwah tuh gak cuma urusan ustaz di atas mimbar. Kita yang muda juga bisa banget jadi bagian dari penyebar kebaikan. Soalnya, Islam gak ngeliat siapa yang ngomong, tapi apa yang disampaikan dan niatnya ke arah mana.
Kadang kita mikir, “Aku belum alim, aku belum ustadz, jadi belum pantas berdakwah”. Padahal dulu banget di zaman Rasulullah ﷺ, beliau pernah bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikan dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)
Artinya? Selama yang kamu bagiin itu kebaikan — entah lewat caption, story, atau obrolan santai — itu udah termasuk dakwah, bro! Gak perlu pake jubah atau mimbar, cukup pake niat tulus dan konten yang bermanfaat.
Sebagaimana kita ketahui sekarang kan, kita bisa berdakwah di era digital ini. Kita bisa berdakwah lewat apa aja: TikTok, IG, YouTube, bahkan WhatsApp story.
Kamu jago desain? Buat quotes Islami.
Kamu suka ngomong? Bikin podcast dakwah ringan.
Kamu suka nulis? Posting artikel atau caption yang nyentuh hati.
Intinya, jadikan passion kamu sebagai jalan kebaikan. Bayangin ajah, satu postingan kamu bisa nyentuh hati ribuan orang — pahalanya ngalir terus, bro, kayak konten yang gak pernah basi.
Yang paling penting juga guys, berdakwah itu gak bikin kamu ketinggalan zaman, justru bikin kamu jadi keren dengan cara yang Allah suka. Karena di tengah dunia yang makin bebas, anak muda yang tetap jaga iman itu langka banget. Dan tau gak? Allah tuh bangga sama anak muda yang taat.
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ… وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ…
“Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah… di antaranya: pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Tuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mimin dulu juga bingung mau mulai darimana. Mulai aja dari hal kecil: senyum ke temen, ngingetin sholat, nge-post ayat motivasi, atau nolak ghibah. Gak harus viral, yang penting bernilai di sisi Allah. Dan poinnya juga guys, berat memang menjaga niat dalam dakwah. Kadang ingin dikenal, kadang ingin dipuji. Tapi ingatlah, dakwah bukan tentang siapa yang paling didengar, melainkan siapa yang paling tulus menyeru kepada kebenaran. Sebab Allah menilai bukan dari banyaknya pengikut, tapi dari bersihnya hati dan juga niat plus usaha.
Jadi, bro & sis, jadilah influencer kebaikan. Karena dakwah zaman now gak butuh panggung besar, cukup hati yang ikhlas dan jari yang bergerak untuk kebaikan.
Kita hidup di dunia cuma sebentar. Tapi jejak kebaikan bisa abadi kalau kamu niat berdakwah. Jadi yuk, mulai dari sekarang — sebarin cahaya, bukan drama. Karena generasi keren itu bukan yang viral karena gaya, tapi yang dikenal malaikat karena taqwa.
Karena generasi keren itu bukan yang viral karena gaya, tapi yang dikenal malaikat karena taqwa.






