Dalam pandangan Islam, lelaki bukan sekadar kepala keluarga, tapi juga pemimpin yang memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah. Kepemimpinan ini bukan untuk berkuasa, melainkan untuk melindungi, menuntun, dan menebar kasih sayang.
1. Dasar Kepemimpinan dalam Al-Qur’an
Allah berkalam:
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini bukan bentuk keistimewaan tanpa tanggung jawab, melainkan amanah dan beban yang harus dijaga. Lelaki diberi kelebihan bukan untuk merasa lebih tinggi, tetapi agar ia mampu menuntun keluarganya menuju kebaikan.
2. Pemimpin yang Melayani, Bukan Dihormati
Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam kepemimpinan. Di rumah, beliau membantu istrinya, menjahit pakaiannya sendiri, dan tidak pernah merendahkan keluarganya. Ini mengajarkan bahwa pemimpin sejati bukan yang menuntut untuk dihormati, tapi yang berusaha memberi manfaat dan kasih. Kepemimpinan dalam Islam bukan soal siapa yang berkuasa, tetapi siapa yang paling bertanggung jawab dan paling banyak berbuat kebaikan.
3. Lelaki dan Amanah Tanggung Jawab
Setiap lelaki akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban tentang bagaimana ia menuntun istri dan anak-anaknya menuju jalan iman dan ketaatan. Menjadi pemimpin berarti mendidik dengan sabar, menasihati dengan hikmah, dan mencintai dengan iman.
4. Kepemimpinan yang Penuh Kasih dan Hikmah
Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam kepemimpinan. Rasulullah ﷺ selalu bersikap lembut kepada keluarganya. Beliau bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Maka, seorang lelaki yang beriman seharusnya menjadi tempat paling aman bagi keluarganya, bukan sumber ketakutan. Ia memimpin dengan ilmu, menjaga dengan doa, dan mengarahkan dengan teladan.
Penutup
Lelaki adalah pemimpin — bukan karena kekuatan fisik atau suara yang keras, tetapi karena tanggung jawab yang besar di hadapan Allah. Kepemimpinannya bukan simbol kekuasaan, melainkan bentuk pengabdian.






