Menjadi presiden bukanlah sekadar jabatan tertinggi di sebuah negara. Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin — termasuk presiden — adalah amanah besar dari Allah. Ia bukan hanya mengatur urusan dunia, tapi juga menjaga keadilan, kesejahteraan, dan moral rakyatnya sesuai nilai-nilai Islam.
1. Kepemimpinan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Allah SWT berkalam:
> “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)
Seorang presiden Muslim harus sadar bahwa kekuasaan bukan untuk disombongkan, melainkan untuk melayani dan menegakkan keadilan. Ia akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kebijakan yang ia buat, karena dalam Islam, kekuasaan adalah ujian, bukan kehormatan.
2. Meneladani Kepemimpinan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bukan hanya nabi, tetapi juga pemimpin negara Madinah yang pertama. Beliau memimpin dengan keadilan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Beliau tidak memerintah dengan tangan besi, tetapi dengan hati yang penuh kasih. Ketika membuat keputusan, beliau bermusyawarah dengan para sahabat — menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah yang mau mendengar, bukan hanya didengar.
3. Ciri Pemimpin Muslim yang Ideal
Dalam Islam, pemimpin disebut ulil amri, yaitu orang yang memegang urusan umat. Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, yang kalian doakan dan mereka mendoakan kalian.” (HR. Muslim)
Maka, seorang presiden Muslim seharusnya memiliki:
Keimanan yang menuntun setiap keputusan,
Keadilan dalam memimpin semua golongan,
Kepedulian terhadap rakyat kecil,
Ketegasan dalam menegakkan kebenaran,
Kerendahan hati dalam menerima nasihat.
Ia bukan hanya pemimpin politik, tapi juga teladan moral bagi rakyatnya.
4. Kepemimpinan yang Menebar Rahmat
Islam mengajarkan bahwa pemimpin yang baik adalah rahmat bagi rakyatnya. Jika ia beriman dan adil, maka keberkahan akan turun. Tetapi jika zalim dan sombong, maka kekuasaan akan menjadi bumerang. Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Tidaklah seorang hamba yang dijadikan Allah sebagai pemimpin, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa berat tanggung jawab seorang presiden Muslim. Karena itu, setiap keputusan bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tapi juga di hadapan Allah kelak. Menjadi presiden Muslim berarti membawa amanah besar: memimpin dengan iman, menegakkan keadilan, dan menjaga amanah rakyat. Kepemimpinan sejati bukan diukur dari lamanya berkuasa, tapi dari seberapa banyak kebaikan yang ditinggalkan. Sebab, di akhirat nanti, jabatan tidak lagi diminta, tapi dipertanggungjawabkan.
> “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)



